Blog Pengagum Megono

Bukan blog tentang masak-memasak

Hidup Seperti Algoritma Pemrograman


Hidup seperti algoritma pemrograman, judul postingan ini cuma sebuah analogi saja. Mungkin bagi teman-teman yang pernah atau sedang belajar algoritma pemrograman pasti sudah faham maksud judul tersebut. Terus yang belum tahu bagaimana? Yasudah, langsung tutup saja halaman ini. Gampang khan? Hehehe tidak kawan, just kidding and just polah

Okelah pertama saya akan sedikit bercerita tentang algoritma pemrograman dulu. Dalam konsep dasar pemrograman berbasis komputer, algoritma pemrograman merupakan urutan langkah-langkah program yang disusun secara sistematis dan logis untuk menyelesaikan masalah. Biasanya sebelum programer melakukan coding program, ia harus membuat rancangannya dahulu dalam bentuk algoritma. Jadi ketika menulis program mereka tidak bisa asal tulis karena sudah ada algortima yang mengaturnya.

Lalu apa hubungannya dengan hidup dengan algoritma pemrograman? Secara garis besar ada banyak kesamaan diantara keduanya. Di dalam algoritma pemrograman ada istilah Sequence(urutan), looping(perulangan), dan conditional(pilihan). Di dalam hidup, kita juga mengenal hal-hal tersebut, dan itu kita selalu lakukan setiap hari tanpa kita sadari.

Sequence, conditional, dan looping

Sequence
Manusia mempunyai daur hidup yang sangan simpel. Lahir, beraktivitas, mati. Dari daur hidup ini bisa gak kita bolak balik? Misalnya beraktivitas dulu baru hidup atau mati dulu baru beraktivitas. Ternyata memang gak bisa khan? Dalam algoritma pemrograman juga sama seperti itu, harus sesuai dengan urutan jalannya program.

Looping
Aktivitas yang kita lakukan tiap hari itu sudah menunjukkan bahwa kita telah melakukan perulangan. Dari mulai bangun pagi, mandi sholat, sarapan, kemudian bla bla bla sampai tidur dan kemudian bangun lagi. Semua dilakukan berulang-ulang setiap hari.

Conditional
Dalam hidup kita memang selalu dituntut untuk memilih. Baik buruk, ya tidak, cantik jelek, pintar bodoh, rajin malas. Semua pasti punya pilihan sendiri-sendiri. Di dalam algoritma pemrograman juga sama seperti itu, ada conditional nya, ada ifelse nya.

Source gambar: dian-hadi.co.cc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: